Jumat, 01 Mei 2015

AKULAH TAKDIR

Kata...
Wajah...
Bahasa tak akan pernah selesai
Beradu hati
Dan mati
Kematian bukanlah takut
Merajam sukmamu yang pandir
Memaki hidup yang sendiri
Kau jalani nafas yang berjuang
Menemani dosa waktu dalam alpa
Sendiri...
Aku memaki
Karena teman bukanlah yang penting
Ketika dilupakan adalah takdir
Bantal guling
Ayam bakar
Kopi pangku
Dan deretan nafsu menghajar di rak-rak buku
Itukah aku.
Membeli ketidakmungkinan takdir sendiri
Disini
Dihatiku
Aku terus mencari
Gandulane ati
Gumantunge perkoro-perkoro bosok
Dosaka akankah menemani takdirku
Jika aku dalam ketak  tan
Yuwaswisu fi shudurinnas
Dan aku kalah dalam takdir
Dan kalian r
Kata...
Wajah...
Bahasa tak akan pernah selesai
Beradu hati
Dan mati
Kematian bukanlah takut
Merajam sukmamu yang pandir
Memaki hidup yang sendiri
Kau jalani nafas yang berjuang
Menemani dosa waktu dalam alpa
Sendiri...
Aku memaki
Karena teman bukanlah yang penting
Ketika dilupakan adalah takdir
Bantal guling
Ayam bakar
Kopi pangku
Dan deretan nafsu menghajar di rak-rak buku
Itukah aku.
Membeli ketidakmungkinan takdir sendiri
Disini
Dihatiku
Aku terus mencari
Gandulane ati
Gumantunge perkoro-perkoro bosok
Dosaka akankah menemani takdirku
Jika aku dalam ketak  tan
Yuwaswisu fi shudurinnas
Dan aku kalah dalam takdir